
komik naruto terbaru chapter : 482 - Sekali lagi.
rollas tahun kepungkur. rubah buntut songo nyerang deso konohagakure. Hokage papat wes ngorbanno uripe dewe kanggo nyegel iblis nang jerone wetenge Naruto pas de'e jek bayi sing jek tas lahir sak mari ne hokage papat gelot mbek iblis rubah buntot songo. kabeh wong mbek arek -arek gak seneng ambek Naruto soale Naruto iku dianggep iblis Rubah cilik. Hokage telu wes nglarang kuabeh wong Konohagakure nyebut serangane Iblis Rubah buntot songo termasuk anak-anake dewe. De'e gak pernah mekso wong dadi koncone. Akeh perubahane sak joke Naruto lulus teko Akademi Ninja. De'e nemokno nek de'e iku Rubah buntot songo pas guru Iruka Umino nyelametno de'e. Naruto wes nemokno konco 2 anyar yoiku Sasuke Uchiha dan Sakura Haruno. Sasuke dan Sakura karo-karone ninja pdo mbek de'e trus dadi tim wong telu bareng-bareng mbek Naurto di bawah guru sing berpengalaman jenengeKakashi Hatake. Teros, onok organisasi misterius jenenge Akatsuki molai nguber-nguber Naruto soale Rubah buntut songo kesegel nang jerone wetenge Naruto.
untuk baca online dan download komik naruto Chapter 482
download komik naruto boso jowo.
> klik untuk men-download <
baca online komik naruto.
> klik untuk baca online <
terimakasih
Selengkapnya...
Rabu, 10 Februari 2010
naruto chapter 482
Brilliant Legacy episode 20
Brilliant Legacy episode 20
(masih ringkasannya aja buat yang ga sabar, nanti sambil jalan bisa dilengkapi)
Eun Sung membawa koper dan tasnya meninggalkan rumah nenek . Dia sampai di pintu gerbang, menengok rumah besar itu dengan perasaan sedih, dan kemuadian memantapkan hati untuk pergi.
Di dalus nam rumah Oh Young Ran terus nyerocos karena kesal terhadap Eun Sung, dia tentu percaya kepada perkataan Sung Hee. Nenek hanya diam menunduk, sepertinya nenek syok. Pyo menuntun nenek ke kamar. Hwan pusing dia berusaha mencerna sesuatu yang terjadi begitu mengagetkan dan cepat. Akhirnya dia lari keluar mengejar Eun Sung. Hwan menangkap tangan Eun SUng.
"Mengapa kamu diam saja tak membela diri. Jika kau tak berkata apa-apa kau bisa dianggap salah!"
"Jika aku berkata sesuatu apa semua akan percaya?!"
Eun Sung bersikukuh pergi, meninggalkan hwan sendiri mematung di pinggir jalan.
Eun SUng naik bis. Di dalam bis dia masih syok mengingat kejadian barusan. Dia tak percaya ibu tirinya bisa memutarbalikan fakta. Eun Sung menuju ke Bu Am Dong lagi, bermalam bersama Hyeri.
Hwan kembali ke rumah dia terduduk di tangga teras, pusing memikirkan persoalan Eun SUng.
Pagi hari ketika bangun Jun SE dan Hyeri sudah berada di samping Eun Sung. beruntung Eun sung punya dua orang sahabat yang mendukung dan percaya padanya. Dengan background pendidikan hukum, Jun Se mau mengurus secara hukum untuk melawan Sung Hee dalam kasus warisan ayahnya. Eun SUng membuat surat pengunduran dirinya untuk nenek. Ketika akan pergi dia sadar kalungnya hilang (kalung yang sama dengan Eun Woo peninggalan ibunya)
Hwan pagi-pagi merasa kesepian, tidak ada EunSung di meja makan. Juga dia terpaku memandang sepeda Eun Sung yang terparkir di teras. Hwan melamun sambil memegangi sepeda itu. Di restoran Hwan juga kesepian. Dia naik ke atas dan melihat bangku taman yang kosong. Dia ingat Eun Sung pernah tertidur di sana. Hwan merasa hampa, dia duduk dan akhirnya berbaring di bangku itu (yang gini ni namanya kasuat-suat).
Eun Sung ke kantor JinSung dan menyerahkan sura pengunduran dirinya pada nenek. Eh dia malah dimarahi nenek.
"Kau sudah membuatku malu dan sekarang mau pergi begitu saja!. Paling tidak kau buktikan kemampuanmu dulu menaiikan penjualan di cabang ke 2"
nenek merobek surat Eun SUng menjadi dua. Di kantor Jin SUng dia bertemu dan berbicara dengan Seung Mi. Eun SUng kali ini marah pada Seung Mi, dia tak menyangka Seung Mi bisa setega itu terhadap dirinya.
"Jangan salahkan aku jika Hwan suka dan lebih percaya padaku! apa dia telah melamarmu?", ancam Eun Sung.
Seung Mi menunggu Hwan yang sedang mengurus promosi. Dia berbicara dengan hwan di cafe. Seung Mi berusaha meyakinkan Hwan. Tetapi rupanya Hwan tidak mudah dipengaruhi dia berusaha berpikir logis dan mencerna masalah itu sendiri.
"Aku beberapa waktu ini bersama Eun Sung dan aku tidak menganggap dia orang yang bisa berbohong", kata hwan.
Hwan ada di bar dan menemui Eun Woo di depan piano. Dia curhat masalah "Spy" dia bingung harus percaya kata orang atau percaya pada kata hatinya bahwa "Spy" orang baik. Eun Woo mendukung spy, dia menjawab dengan memainkan nada pianonya. (Aku bingung sebenernya eun woo itu ngerti gitu masalahnya dan sadar jawabannya, ini hanya kebetulan, atau hwan saking putus asanya iseng2 aja nanya sama Eun Woo).
Eun Sung menuju ke restoran dia melihat bayangan hwan di atas dari balik jendela. Hwan pun melihat Eun Sung. Dia terkejut dan juga senang. Eun Sung memberi salam pada manager. Dia mengajak Hwan berbicara di atas. Eun Sung berkata nenek masih memintanya kerja di restoran.
Tiba-tiba Eun Sung menanyakan tentang kalung nya yang hilang pada Hwan. Hwan tentu tidak memperhatikannya. (hwan ini tadi kesepian, sekararang ada orangnya dicuekin).
Di halte, Hwan mengembalikan uang Eun Sung, dia baru saja gajian.
Eun Sung menyarankan Hwan membeli hadiah untuk nenek. Hwan mengajak Eun Sung membeli barang untuk nenek. Mereka terlihat santai jalan berdua sambil makan eskrim dan melihat-lihat pajangan. Hwan terpaku melihat seuntai kalung hati di etalase toko. Tapi Eun sung tiba-tiba berkomentar hadiah itu terlalu mahal dan tidak berkesan untuk nenek. (emang itu kalung direncanain buat nenek hehe). Eun sung mengajaknya ke toko pakaian. Hwan tadinya akan membelikan mawar untu nenek tetapi Eun Sung tahu bunga kesukaan nenek, dia memilihkannya untuk Hwan. Setelah belanja usai, hwan berusaha mentraktir Eun sung, tapi Eun sung ragu dan memilih pulang.
Sampai di rumah Hwan menyerahkan rangkaian bunga untuk nenek, juga pakaian untuk nenek dan ibunya. Nenek begitu terharu matanya berkaca-kaca diberi kado oleh cucu tercinta, dia memandangi bunga kesayangannya. Di kamar dia mencoba baju dari Hwan, nenek tampak senang sekali.
Hwan mencari kalung Eun Sung, di kamar mandi dan di lantai 2 tetapi tidak menemukannya. Dia tanya ke ibunya pun tidak tahu. Hwan langsung lari ke toko kalung itu, dia memaksa masuk walau toko sudah mau tutup. (he starts falling in love)
Di rumah dia ingin bicara pribadi dengan Pyo, tapi Pyo sedang sibuk di dapur bersama ibunya. Hwan terburu-buru, dia menelepon hp Pyo dari teras. Pyo bisa diajak berpura-pura menerima telepon dari orang lain. (Nyonya Oh sampai mengira itu telepon mungkin dari teman wanita Pyo).
"Kamu tau khan alamat Eun Sung?", tanya Hwan
Hwan tak sabar ingin menyerahkan kalung itu sambil mengantarkan sepeda Eun Sung. Hwan menaiki sepeda itu , lalu menggotong sepeda itu menaiki tangga yang menuju rumah Eun Sung. Dia diam-diam masuk ke halaman rumah, meninggalkan sepeda dan kalungnya di sana, lalu segera pergi.
Eun Sung dan Hye ri keluar rumah. Eun Sung heran melihat ada sepedanya di halaman. Hyeri melihat kartu ucapan, Eun Sung melihat ada seuntai kalung di pegangan sepeda. Kalung hati, dia ingat kalung itu. Kartu ucapan dibuka
"Memang seorang gadis hanya punya 1 untai kalung saja?"
Eun Sug tahu pasti hadiah itu dari Hwan. Dia begitu terharu. Sampai di kamar Eun sung menangis. Eun Sung dilema antara bahagia tapi sebenarnya tidak tega untuk memiliki. (mungkin masih krn Seung Mi).
Hyeri memarahi Eun Sung. Dia tidak ingin Eun Sung menderita karena Hwan.
Pagi hari Eun SUng menyamakan tulisan Hwan dengan kartu saran sesama karyawan dulu yang membuatnya penasaran. Ternyata tulisan Hwan mirip dengan kartu yang bertuliskan "Aku ingin mempercayaimu"
Eun Sung terharu tapi juga sedih, saat ini banyak orang yang tidak mempercayainya. Dan dia ingat Hwan lah yang sempat mengejarnya ketika dia baru pergi dari rumah nenek. Eun Sung menangis tersedu-sedu. (cinta yang ingin dipendam bisa membuat orang jadi begitu sedih)
Eun Sung akhirnya pergi ke restoran dengan wajah seolah-olah ceria tidak terjadi apa-apa.
Hwan melirik Eun Sung, dia kecewa karena tidak ada seutas kalung di leher Eun Sung. Dia pergi dengan Hwan untuk menandatangani kontrak dengan gereja. Mereka berdua lega dan senang karena akhirnya usaha mereka berhasil. Eun Sung ingin bertemu Hwan, dia mengajak Hwan dengan alasan merayakan keberhasilan mereka. Mereka pergi ke restoran korea, makan juga memesan soju. Eun Sung mengambil segelas kecil soju, dan mendetingkan gelas itu ke gelas Hwan, lalu langsung meminumnya. Hwan terkejut.
"Apa kau sanggup minum?"
"Tentu, aku khan anak ayahku!" ("anak ayahku" ini kata-kata khas EunSung)
Hwan juga tiba-tiba teringat ayahnya
"Ayahku juga pintar minum...", katanya lirih
Eun Sung mengeluarkan kalung hati. Dia menyerahkan kalung itu kembali kepada Hwan. Hwan kecewa.
"Kita tidak akan bersama...", kata Eun Sung
Eun Sung pulang. Hwan terus minum soju sampai mabuk di restoran itu. Hwan menangis memandangi kalung itu. Hwan seharusnya ada janji dengan Seung Mi. Seung Mi menunggunya dengan penuh harap.
Eun Sung berjalan gontai pulang ke rumah. Rasanya dia tak sanggup tegak berjalan. Dia berjalan memegang tembok dengan sebelah tangannya. Akhirnya dia berhenti merebahkan punggungnya ke tembok pinggir jalan. Dia lalu terduduk dan menangis.
Seung Mi cemas karena Hwan tidak juga datang.
Di rumah Eun Sung meremas kartu ucapan Hwan dan melemparnya. Tapi dia ternyata tak tega. dia mengambilnya lagi, merapikannya lagi dan menaruhnya di buku agendanya.
Dia berusaha tidur.
Tiba-tiba...
"Bang...bang...bang....", seseorang menggedor pintu rumahnya (bunyinya bukan tok..tok..tok karena pintunya bukan dari kayu tapi dari logam). Eun Sung terperanjat.
"Go Eun Sung! Go Eun Sung!", teriak Hwan.
Eun Sung bangun membuka pintu. Kaget melihat hwan dalam keadaan mabuk. Hwan tiba-tiba menorobos masuk dan rubuh. Mereka berdua jatuh ke lantai.
Hwan mendarat tepat di atas muka Eun Sung.
Selengkapnya...
seleksi benda transparan
temen2 kita ketemu lagi di trik n tips photoshop. pada tutorial ini akan kita bahas sedikit tentang
.
setelah q mikir2 lama dan panjang, apa y yang akan q posting untuk minggu ini, akhirnya dapet juga. trik ini q beri nama jurus "sebentar"
(seleksi benda transparan) kok g nyambung y.....
okelah kalo begitu.....
kia mulai saja.......
jangan lupa secangkir kopi untuk membangkitkan imagiasi kita he....he....
1. Buka Photoshop-nya ( so pasti!!)
2. open gambar yang mo di seleksi. disini q contohkan gambar kupu2 yang "meleketet jum jum waw...waw..." ini:
3. klik edit in quick mask mode (Q)
klik brus dan pastikan foreground warna hitam
4.drak gambar yang tidak transparan dulu. seperti dibawah ini
lanjutkan sampai selesai semuanya.
5.sekarang seleksi gmbar yang transparan, pastikan pastikan opacity nya....
6.kemudian drak di gambar yg transparan
lanjutkan sampai terblog seluruhnya.
ctatan : untuk menghapus blog yang keluar garis tekan tombol X pada keyboard untuk merubah foregroud menjadi background dan sebaliknya.
7.klik edit in quick mask mode (Q)lagi untuk menampilkan garis seleksi
8.tekan Ctrl + Shift + i , untuk membalik seleksi.
kemudian tekan Ctrl + J.untuk meng-copy gambar yang diseleksi.
9. masukkan gambar background.
pastikan berada dibawah gambar copy-an.
10. selesai dech....
ini hasilnya :
semoga bermanfaat...
terimakasih..
Selengkapnya...
Selasa, 09 Februari 2010
Brilliant Legacy episode 19
Brilliant Legacy episode 19
(aku suka dech sama hwan setelah episode ini)
Atas saran teman lama ayahnya , EUn Sung mengecek keberadaan asuransi ayahnya ke kantor asuransi. Sebelumnya dia telah berjanji pada Hwan bahwa mereka akan bertemu lagi sore ini , untuk pergi sama-sama ke gereja mencari peluang menjadi supplier di sana.
Eun Sung menemui petugas kantor asuransi dan memang benar ayahnya menjadi peserta asuransi jiwa di sana. Namun petugas itu menerangkan bahwa asuransi itu telah di klaim oleh baek sung hee, dengan surat kuasa dari 2 orang anaknya.
Eun Sung terkejut, dia tiba-tiba teringat kejadian saat ya berduka atas kematian ayahnya, ibu tirinya memang sempat meminta su kuasa darinya untk urusan utaganng. Eun SUng saat itu menandatanganinya tanpa curiga apapun. Eun sung akhirnya sadar bahwa ibu tirinya memang berniat menusuknya dari belakang. Eun SUng syok antara percaya tak percaya bahwa ibu tirinya sampai hati melakukan itu kepadanya dan Eun Woo. Eun Sung berjalan gontai tak tentu arah.
Hwan menunggu Eun Sung yang tak kunjung datang, padahal sudah lewat jam yang mereka janjikan untuk bertemu. Dia kesal.
Di tempat lain Seung Mi tak kalah syok karena mengetahui ibunya tega membuang Eun Woo. Seung Mi pergi ke daegu seorang diri. Dia terkejut mengetahui Eun Woo sudah menghilang lagi dari sana. SEung Mi pun berjalan gontai mengetahui keadaanini.
Hwan masih bertanya-tanya karena Eun Sung tidak datang tadi sore dan tidak menghubunginya. Dia kesal sekaligus cemas. Jam sudah menunjukkan setengah 11 lebih,
Dia menanyakan Eun Sung pada pengurus Pyo.
Dia kaget karena Eun Sung ternyata belum sampai di rumah. Hwan tak sabar menunggu Eun Sung di lobby/teras. Dia sekarang benar-benar cemas karena sudah jam 12 malam Eun Sung belum juga tiba di rumah.
Dia terpaksa menelepon Jun Se.
"Apa Eun Sung ada bersamamu?"
"Tidak emang kenapa?"Jun Se jg ikutan cemas
"Katakan berapa no hp Eun Sung!", Hwan memaksa..(selama ini saling jaim ya, no hp aja sampai ga tau!)
Hwan dan Jun Se menelepon Eun Sung. tetapi panggilann tyaidak dijawab. Eun Sung sedang termenung (ngelamun!) seorang diri di bangku di taman pinggir jalan. Dia tak menghiraukan apapun.
Jun Se dan Hyeri mengecek kamar Hyeri,.
tapi tidak ada tanda-tanda Eun Sung pernah ke situ.
Hwan menunggu di halte bis dengan cemas. dia memperhatikan setiap bis yang mendekat.
Ada satu lagi bis yang datang. dia lega melihat Eun SUng berdiri di sana. Eun Sung turun, dia melamun sampai tak melihat Hwan ada di dekat situ.
"Hey!", hwan berteriak memanggil Eun Sung.
Dia mengomeli Eun Sung yang pulang larut malam dan membuatnya pusing.
Eun SUng belum benar-benar paham apa yang terjadi.
"Kamu di sini untuk menungguku?", kata Eun Sung tertegun (masih linglung belom connect ni anak!)
"Bukannya kita seharusnya hari ini bertemu mengapa tidak muncul?!", omel Hwan (orang kalo cemas jadi ngomel ya)
"Saya minta maaf, tapi mengapa kamu khawatir?", tanya Eun Sung heran
"Apa aku tidak bisa mengkhawatirkanmu?!. Apa kamu berniat membuatku kesal?!"
Eun Sung sekilas teringat saat Hwan beberapa kali memperhatikannya termasuk saat di bis kota dulu pernah melindunginya dari himpitan laki2.
Eun Sung terpana , dia berdiri mematung , diam seribu bahasa.
Jun Se yang sedang menyetir mobil lewat di depan halte itu. Dia melihat Hwan bersama Eun Sung. Hati Jun Se gundah. Dia hanya memperhatikan mereka dari dalam mobil lewat spion mobilnya.
Eun Sung mengikuti Hwan berjalan pulang ke rumah. Mereka tak berkata apa-apa. (cukup hati yang bicara nih) .
Jun Se hanya berani mengamati dari kejauhan.
Seung Mi syok mengetahui perbuatan ibunya. Dia baru pulang ke rumah dini hari.
Keesokan paginya Hwan sarapan terlambat. Dia melihat kursi Eun Sung kosong. Pengurus Pyo berkata Eun Sung langsung pergi tadi.
Hyeri menelepon Eun Sung, dia cemas ingin tau apa yang terjadi
"Apa ini menyangkut keluarga Seung Mi lagi?", tanya hyeri.
Jun Se tak sengaja mendengar ucapan Hyeri. Dia bertanya mengapa Hyeri menyebut nama Seung Mi.
"Apa itu Seung Mi yang saya kenal?", desak Jun Se
Hyeri akhirnya terpaksa menceritakan pada Jun Se tentang hubungan Eun Sung, Seung Mi dan keluarganya.
Saat makan siang di restoran, Eun Sung malah pamit. Hwan yang tau Eun Sung pergi mengejar dan mencegatnya di tangga. Hwan tau Eun Sung belum makan apa-apa dari pagi. (Hwan nih bikin hatiku deg2an sekarang..eh salah harusnya Eun Sung bukan aku hihi..). Eun Sung nekad pergi, Hwan menahan lengan Eun SUng. Eun Sung tak sengaja menyebut kata Seung Mi. Eun Sung melepaskan lengannya dari Hwan. Dia merasa Hwan milik Seung Mi (Eun Sung serba salah kali ya).
Jun Se datang ke restoran Hwan, dia mengajak Hwan berbicara empat mata di roof garden.
"Ayo cepat mau bicara apa?", desak Hwan
"Terimakasih karena telah menjaga Eun Sung", kata Jun Se.
Hwan heran dan kesal.
Tatapan mata Jun Se mulai serius. (aku jadi tegang nih liat cowo2 serius ngomongin seorang ce).
Jun Se berkata dia menyukai Eun Sung, Dan minta Hwan menjauh dari Eun Sung , karena hal itu bisa membuat Eun Sung terluka nanti.
Eun Sung menemui ibu tirinya Sung Hee. Eun Sung mengatakan tentang asuransi jiwa ayahnya itu. Tapi seperti biasa ibu tirinya tidak mau disalahkan , dia selalu menyangkal! Ibunya membela diri bahwa dia harus membayar utang-utang ayah Eun Sung.(dah lah Eun sung ga usah diajak ngomong yang jahat gitu mah)
Tadinya Eun Sung pikir memang nasibnya begini dan akhirnya dia bersyukur karena punya nenek dan akan dapat warisan (tau-taunya nasibnya jelek karena dicurangin!)
Baek Sung hee kembali akan menggunakan cinta Seung Mi kepada Hwan untuk alasan. Namun Eun Sung sekarang marah, dia tidak mau menjamin Seung Mi bisa menikah dengan Hwan sekarang. Ibu tirinya kesal karena Eun Sung bisa menyakiti hati Seung Mi.
Malam harinya, di rumah Sung He mengajak bicara Seung Mi untuk mengikuti rencananya.
Nenek sepertinya mulai pikun, dia mencari-cari kunci mobil yang padahal sudah ada dalam genggamannya.
Keesokan harinya di restoran, manager terkesan dengan usaha Hwan selama ini. Tapi rupanya masih ada masalah dengan order di gereja. Mereka terpaksa harus membantu membersihkan Hall pertemuan.
Hwan dan Eun Sung bertugas sukarela membersihkan Hall/Ruang pertemuan. Mereka kelihatan canggung. Hwan sempat menumpahkan ember. Tapi saat Eun Sung akan naik membersihkan kaca bagian atas, Hwan sukarela menggantikannya. Kerja bakti selesai. Eun Sung melihat Hwan sedang enak-enakan makan sendiri (makan sushi roll yang udah dipotong-potong). Eun Sung kesal. Hwan tersenyum dia menawarkan potongan sushi roll miliknya sambil tersenyum (Hwan cuma mesam-mesem godain Eun Sung). Eun Sung protes, dia merajuk dan berniat pergi.
Tapi tiba-tiba Hwan memanggil Eun Sung, dia menyodorkan bungkusan makanan yang sebenarnya telah ia siapkan buat Eun Sung.
"Ini ambillah"
Eun Sung sepertinya malu, apalagi saat dia buka, makanan itu satu set sushi dan sashimi. (makanya jangan cepet marah hehe). Tak hanya itu, Hwan juga telah menyiapkan air mineral botol untuk Eun Sung. Eun Sung tersentuh, dia tersenyum malu.
(Hwan sekarang banyak senyum..dia padahal manis kalau banyak senyum, dari dulu dia cemberut melulu)
Hwan dan Eun Sung sampai di rumah. Mereka keluar bersama dari mobil dengan ceria. Mereka bercanda saling berebut tas/kantong kecil. Tak jauh dari situ Seung Mi dan ibunya memperhatikan tingkah laku mereka dengan sebal.
Baek Sung Hee dan Seung Mi berkunjung ke rumah Hwan dengan suatu maksud. Mereka meminta bertemu dengan Nenek dan anggota keluarganya. Baek Sung Hee dengan wajah tak bersalah pura-pura mengaku bahwa dia mengenal Eun SUng anak dari suaminya yang baru meninggal. Dia minta maaf.
Dia juga minta maaf karena Eun Sung. Dia menfitnah Eun Sung yang sebenernya sudah mengenal nenek dari majalah dan mengenal Hwan dari SEung Mi. Dia menuduh bahwa Eung Sung memang sudah punya niat tidak baik. Sung He juga memutar balikan fakta tentang warisan dan menujukkan bukti surat kuasa Eun Sung.
Eun Sung dan Hwan yang baru datang, menyaksikan itu dengan heran.
Eun SUng syok dan tak percaya ibu tirinya bisa pandai memutarbalikkan fakta dan menfitnahnya seperti itu. Seung Mi pun membenarkan kata-kata ibunya. Eun SUng kehilangan kata-kata untuk membela diri. Dia hanya bisa berteriak "Tidak..bukan"
Nenek mendengarnya kecewa, antara percaya tidak percaya.
Oh Yong Ran percaya pada kata-kata Sung Hee dan menampar Eun Sung. Hwan sempat protes pada ibunya.
Sung Hee dan Seung Mi pamit.
Eun Sung naik ke kamarnya sambil menangis. Dia langsung mengepaki barang-barangnya. Kemudian Eun Sung turun ke bawah untuk pamit dan memberi hormat pada nenek. Hwan tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah Eun Sung.
Eun Sung keluar dari rumah besar itu. Dalam hati dia berharap nenek masih mau percaya padanya.
Selengkapnya...
Brilliant Legacy episode 18
Brilliant Legacy episode 18
Ayah Eun Sung, Go Pyung Jung penasaran dengan sosok seorang gadis di dalam bis kota. Dia terus memperhatikan gadis itu. Ketika gadis itu menoleh, dia yakin bahwa gadis itu anaknya, Go Eun Sung. Pyung Jung berlari mengejar bis sambil memanggil-manggil EunSung. Tapi Eun Sung dengan earphone di telinganya tak mendengar sedikitpun. Bis itu pun melaju pergi.
Baek Sung Hee dengan tiket, uang da alamat telah menunggu Pyung Jung di stasiun. Pyung Jung datang dan berkata dia tak mau pergi.
"Aku baru saja melihat Eun Sung", kata Pyung Jung semangat. Seung Hee berusaha menyembunikan kekagetan dan kepanikannya. "Mungkin kamu salah liat", katanya
"Mana mungkin au salah mengenali anak perempuanku sendiri".
Sung Hee gagal membujuk Pyung Jung untuk meninggalkan Seoul.
Sampai di rumah Sung Hee memarahi Seung Mi yang berusaha baik terus membantu Eun Sung menemukan Eun Woo.
"Aku hanya berusaha mengobati rasa bersalahku pada Eun Sung, dengan harapan Eun Sung juga bisa berbuat baik terhadapku nanti", kata SEung Mi.
"Sebenarnya apa yang terjadi?", desak ibunya
"Kak Hwan menyukai Eun Sung ,Bu. Aku melihatnya dengan mataku sendiri", kata Seung Mi sambil menangis.
Malam hari Hwan kesal karena Eun Sung setiap hari bertemu Jun Se,
"Katanya mereka tidak berkencan, lalu buat apa mereka bertemu tiap hari."
Pagi hari Hwan mengetok kamar Eun Sung mengajaknya rapat membicarakan perusahaan. Eun Sung tidak setuju jika mereka mensuplai untuk wedding organizer yang tlah mempunyai pensuplai makanan sejenis. Dia tidak menginginkan berbisnis dengan menyerobot usaha orang lain.
Mereka membicarakan tempat yang lain sesuai usulan Hwan. Esok paginya di kantor mereka memposkan surat tawaran/proposal ke perusahaan atau sekolah sekolah. Letak cabang 2 yang tidak strategis mengharuskan mereka mencari cara lain untuk menaikkan omzet.
Jun Se datang ke restoran. dia minta izin manager untuk menemui Eun Sung. Tentu hwan yang melihatnya sempat kesal. Jun Se menawarkan bantuan pada Eun Sung untuk membantu merekomendasikan produk restoran Eun Sung ke perusahaan /pabrik yang membutuhkan. Eun Sung menolak halus, dia percaya nenek menginginkan dia berhasil dengan usahanya sendiri.
Di restoran Hwan telah terbiasa melayani pelanggan dengan baik, dia mengajak bicara gadis kecil dengan manis. Lalu ada pelanggan kurang ajar yang menjegal kaki hwan. hwan terjatuh dan makanan yang dibawanya tumpah. pelanggan kuran ajar itu mengibaskan cek di muka hwan. "ini untuk biaya berobat dan laundry"
Eun SUng melihatnya kesal dan langsung ingin turun tangan. Manager mencegahnya. Manager membiarkan Hwan mengatasi masalahnya sendiri. Hwan ternyata berhasil menguasai amarahnya. Dan pamit dengan sopan pada pelanggan.
hwan pergi naik ke roof garden, berusaha menenangkan diri. Eun Sung juga naik.
Eun Sung mengeluarkan saputangan dan mengelap baju seragam Hwan yang terkena noda makanan.
Eun Sung nyerocos menjelek-jelekkan pelanggan tersebut. tapi hwan merasa tersindir
"Jadi kamu senang aku mendapat balasan yang mirip", Hwan berkata kesal.
"Eh...aku khan berada di pihakmu. Bukankah kita partner...".Eun Sung malu dengan kata yang barusan dia ucapkan.
Manager memanggil mereka. Manager berkata dia tidak menyangka perubahan hwan secepat ini. Dia menerima hwan sebagai pegawai tetap di restoran, dan mengganti pin di seragam Hwan. Mereka semua bangga.
Nenek, Nyonya Oh dan dan pengurus rumah tangga Pyo menyiapkan acara peringatan meninggalnya Min Suk(anak nenek yang merupakan ayah Hwan). Min suk meninggal saat Hwan berumur 7 tahun dan meninggal karena kecelakaan/tertabrak mobil dan wafat di depan mata Hwan. Ibunya menyagka Hwan tidak ingat tanggalnya karena terbiasa di luar negeri. tapi ternyata hwan diam-diam selalu mencatat dan mengingat tanggal tersebut. Eun sung bersimpati pada hwan saat melihatnya. Selama ini tidak ada yang tahu kejadian sebenernya meninggalnya Min Suk. Hwan satu-satunya saksi mata tidak pernah bercerita. Nenek meminta Hwan menceritakan kejadian itu padanya karena Hwan telah dewasa. Hwan terdiam.
Hwan ke luar rumah, duduk sendirian dan menangis. Eun sung yang memperhatikannya sangat iba melihat Hwan.
Oh ya ada yang lucu sepertinya aku makin ,rada-rada yakin pengurus rumahtangga Pyo itu suka sama mamanya Hwan Nyonya Oh Yong Ran.
Proposal restoran mendapat respon dari suatu perusahaan untuk menjajaki kerjasama penyediaan makan bagi karyawannya. Eun Sung dan Hwan bermaksud menindaklanjuti respon tersebut. nenek memberikan kunci mobil Hwan pada Eun Sung. Di restoran mereka menyiapkan tester sup untuk dibawa ke calon pelanggan. Hwan sangat bangga dan senang karena ini adalah idenya.
"Iya iya..kamu mengatakannya sudah berkali-kali kepadaku", Eun Sung kewalahan karena Hwan tak henti-hentinya memamerkan diri.
Eun Sung menyerahkan kunci pada hwan , mita dia bergantian menyetir. hwan sempat gengsi karena nenek memberikan kunci itu padanya bukan pada hwan langsung.
Di calon pelanggan tester sup mereka mendapat pujian. mereka menandatangani kontrak. Tapi dari direktur perusahaan itu mereka juga tau bahwa mereka mendapat rekomendasi dari Junse.
Di mobil sepanjang jalan suasana menjadi kacau. Hwan kesal karena Eun Sung membiarkan Jun Se ikut campur urusan restoran mereka. Hwan ingin mereka membatalkan kontrak itu.
"Tapi kontrak telah kita tandatangani atas nama perusahaan. Kamu begitu benci kepada kak Jun Se, apa ini karena Jung?", Eun Sung dipusingkan oleh Hwan (Eun sung ni polos deh)
Eun Sung kesal dia tiba-tiba menghetikan mobil dan keluar dari mobil.
"Aku akan naik bis saja!" (basa sundana teh... pundung)
Hwan mengambil alih mobil, perlahan membuntuti Eun Sung, mengajaknya untuk masuk kembali ke mobil.
Eun Sung masih kesal dia beradu pendapat di tengah jalan. Hwan terpaksa keluar dari mobil.
Tiba-tiba dari jauh datang sebuah truk akan menabrak Eun Sung. Hwan sekilas ingat kejadian saat kecil ayahnya menyelamatkan dia dan malah tertabrak mobil.
Hwan segera menarik Eun Sung ke pinggir dan memeluknya
"Apa kau ini berusaha membuatku gila!", teriak Hwan pada Eun Sung.
Hwan pergi menyendiri, dia teringat trauma masa kecilnya. Eun Sung menyetiri hwan kembali ke kantor
Eun Sung pergi ke restoran Jun Se. Eun Sung mengkonfirmasi rekomendasi JUn Se pada perusahaan. Menurut Jun Se hal itu wajar dalam bisnis. Eun Sung meminta Kak Jun Se tidak udah lagi repot-repot membantunya
(hwan dan Jun Se sama-sama berusaha membantu Eun Sung buat mencapai target penjualan naik 20% wow)
Teman Hwan, pemilik bar (Jin Young Seok klo g salah namanya) kembali ingin menitpkan Eun Woo pada Hwan. hwan awalnya keberatan. dia diminta menemmani Eun Woo makan di luar selama1-2 jam. Eun Woo ternyata mengenali Hwan yang pernah memberinya mi. (kebayang orang egois kyk Hwan dititipi anak autis tiba).
Eun Woo ingin minum coklat di sebuah cafe. Di cafe itu ia berani bercerita pada Eun Woo.
"Aku mengenal seorang teman yang mempunyai adik sepertimu dan pintar main piano"
"Aku suka piano"
"Kamu tidak menyukai seorang gadis?"
"Piano lebih baik", kata Eun Woo
"Bagus, paling tidak piano tidak akan membencimu. Kamu tidak tau rasanya naksir gadis yang membencimu. Di antara gads-gadis yang kukenal ada seseorang "spy", cerita hwan
(ada dialog di episode2 sebelumnya yg lupa kutulis
Hwan heran "Kamu ini sebenarnya siapa sih?", tanyanya pada Eun Sung.
"Spy. karena saya memiliki banyak muka khan?", jawab eun sung kesal)
Eun Woo menebak bahwa spy itu pastinya cantik
"bagaimana kau tahu kau belum pernah melihatnya. Spy orangnya misterius", hwan menceritakan tentang Eunsung dengan wajah berseri-seri.
Di tempat Hyeri. Eun Sung curhat bahwa dia mulai menyesal ingin mengambil harta warisan nenek. Dia melihat sendiri usaha keras Hwan. Dan itu membuatnya bangga.
"Orang ternyata bisa berubah dan aku merasa tidak nyaman sekarang", Eun Sung galau.
"Kamu mungkin naksir dia. ya. Go Eun Sung!", tebak Hyeri (tepat)
"Bu..bukan seperti itu. Dia kan berkencan dengan Seung Mi", hindar Eun Sung.
Tak sengaja Seung Mi tahu ibunya berbohong tentang Eun Woo.
Di restoran Eun Sug tak sengaja EUn Sung bertemu teman ayahnya. Dari beliau dia tahu bahwa ayahnya ikut asuransi jiwa dengan jumlah lumayan. beliau heran Eun SUng tidak mengetahuinya. Dia meminta Eun SUng mengeceknya ke kantor asuransi jiwa.
Eun Sung mendatangai kantor asuransi jiwa. Betapa kagetnya bahwa uang asuransi jiwa ayahnya sudah diambil oleh Baek Sung Hee
Selengkapnya...
Brilliant Legacy episode 17
Brilliant Legacy episode 17
(Jangan sampai ketinggalan nonton episode 17 ini!)
Sun Woo Hwan dan Park Jun Se bersitegang di luar tempat karaoke
"Kamu biasanya tidak pernah peduli akan oran lain. Apa ini karena Eun Sung? Ayo keluarkan yang ada dalam hatimu", Jun Se panas. "Apa karena Eun Sung?!", Junse mendesak terus.
Hwan memukul muka Jun Se
"Ya ini karena Go Eun Sung!"
Seung Mi yang mendengarnya kaget dan terpukul.
"Kau ini selalu menganggu Eun Sung, selalu muncul dihadapanku, seolah-olah kamu orang yang paling peduli dengan orang lain", Hwan menambahkan dengan kesal
"Apa kamu menyukai Eun Sung?!", desak Jun Se
"Bagaimana aku bisa menyukai orang yang mengambil harta dan rumahku!", kata hwan (gimana klo iya Hwan)
Seung Mi muncul pura-pura tidak mendengar apa-apa. Eun Sung menebak terjadi pertengkaran antara Hwan dan Jun Se. Mereka akhirnya pulang. Jun Se mengantar Eun Sung. Hwan dengan Seung Mi.
Eun SUng bertanya pada Jun Se tentang kejadian itu.
"Bertengkar biasa terjamdi antara laki-laki setelah minum. Aku khan laki-laki", Jun Se menutupi
"Pasti Hwan marah gara-gara Jung adiknya ya", tebak Eun Sung "Dia pasti marah sekali padamu. Padaku Hwan tidak sekeras itu". Muka Jun Se masam.
(dipikir-pikir Hwan ga pernah marah lagi sama Eun Sung. Eun Sung juga pernah bilang sama Hyeri, walau mereka sering berantem tapi dia sekarang ga bisa benci sama Hwan)
Eun Sung sampai di rumah nenek memuji Eun Sung karena acaranya sukses. Hwan datang, tapi nenek dan cucu ini sama-sama jaim. Eun Sung menasehati Hwan agar besok kakinya tidak pegal-pegal dia sebaiknya merendam kakinya dengan air hangat karena bekerja seharian tanpa henti.
Nenek bicara pada Pyo, bahwa bagaimanapun dia akan tetap sayang hwan, cucunya sampai mati.
Saat Hwan tertidur nenek ke kamar Hwan, dia mengompres kaki hwan dengan handuk hangat.
Seung Mi pulang dalam keadaan sedih, ibunya heran. Tadi selama di jalan Hwan tidak bisa menjelaskan apa-apa padanya.Seung Mi menangis semalaman dia sangat takut Hwan mulai berpaling. Saat bangun pagi dia pun malas sarapan.
Hwan bangun pagi dan merasakan kakinya tidak sakit atau pegal-pegal. Hwan merasa Eun Sung mengada-ada. Di rumah Jung mulai berubah dia ingin meniru-niru Eun SUng. pagi-pagi Jung menyapa orang-orang rumah seperti Eun Sung. Semua heran terutama ibunya yang takut anaknya stress.
Eun Sung pergi dengan sepedanya menyusul Hwan yang sedang berjalan kaki. Hwan heran karena Eun Sung tidak naik bus.
"Aku akan meninggalkan sepedaku di stasiun, lalu naik kereta. ongkos lebih irit 1200 won dan juga sekalian berolahraga"
"Kamu ini memang terobsesi dengan uang!"
Dia menyarankan Hwan juga membeli sepeda dengan uang gajinya karena dia sekarang tidak boleh naik mobil.
Baek Sung Hee menelepon Oh Yong Ran, dia kecewa karena Eun Sung ternyata tidak jadi diusir dari rumah itu.Oh Yong Ran berkata nenek terlalu pandai berkata-kata sehingga akhirnya dia pun tidak bisa menolak nenek.
Ayah eun sung mencari Sung Hee, dia curhat ingin bisa menghubungi Eun Sung karena email eun sung sudah tidak aktif. Sung Hee ingat saran Seung Mi agar ibunya memodali ayah tirinya sebuah toko di luar Seoul. Sung Hee membujuk Go Pyung Jung agar mau keluar dari Seoul demi Eun Sung dan mereka (demi dirinya sendiri kalee). Sung Hee berjanji akan mengongkosinya, memberinya tempat dan modal.
Walau acara ulang-tahun restoran sukses. Hwan dan Eun Sung masih bertugas untuk menyebar leaflet promosi ke tempat-tempat umum. Setumpuk leaflet dimasukkan ke dalam keranjang sepeda Eun Sung. Hwan menyindir Eun Sung yang suka sekali bersepeda. Eun sung menyarankan Hwan memakai sepeda Boss tapi Hwan tidak sudi, dia memilih naik bis.
Mereka berlomba menempel leaflet ke rumah-rumah. Awalnya Hwan kalah karena tidak membawa lem.
Mereka bertemu lagi di suatu tempat. Eun sung mengajak Hwan istirahat sebentar. Uang jalan mereka terbatas, Eun Sung membelikan eskrim dobel. Eun Sung memaksaknya agar tidak malu makan eskrim di pinggir jalan. Hwan akhirnya mau, mereka membagi eskrim itu menjadi 2.
Sambil makan eskfrim di bangku pinggir jalan Hwan menanyakan tentang Eun woo pada Eun Sung. Dia berkata Eun SUng tak perlu khawatir, Nenek orang yang menepati janji, dia pasti menemukan Eun Woo (duh mulai baik nih aanak)
Hwan juga bilang walau awalnya dia sempat kesal tidak menemui Eun Sung, sebenernya pada "hari itu" jam 5 sore dia benar datang untuk menukar tas mereka (ketika eun sung dapat kabar ayahnya meninggal).
"Aku menunggumu sampai 40 menit", ujar hwan
"Oh ya, kenapa kau tak pernah bilang padaku?",kata Eun SUng (rupanya Hwan tidak sejahat yang dia kira)
"Apa orang sepertimu mau memaklumi orang?!"
Eun Sung lalu berkata mengapa Hwan tidak mencoba untuk tersenyum dan tertawa seperti di panti jompo.
"Tersenyum itu membawa nasib baik", kata Eun sung
Mereka sempat berdiskusi cara menaikkan penjualan. lalu Hwan mengajak Eun Sung bekerja lagi. Eun Sung meminta ijin untuk mengganti plester di kakinya. Kaki Eun Sung rupanya lecet.
"Bagaimana kamu bisa bekerja dengan kaki seperti itu?", kata Hwan
"Tidak apa-apa", kata Eun Sung sambil menaiki lagi sepedanya.
Hwan tak tega, lalu dia memegang tangan Eun Sung, mencegah Eun Sung naik sepeda.
Hwan akhirnya naik sepeda dan membonceng Eun Sung. Saat Hwan tidak hati-hati dan sepeda mereka terguncang, Eun Sung memeluk Hwan dengan erat. Jantung Hwan sepertinya berdesir. Selanjutnya Eun Sung tak ragu lagi menaruh tangannya di pinggang hwan.
Sampai di dekat restoran, hwan sadar, dan turun dari sepeda .
"Sana, kau bawa sepeda sendiri sepedamu!", Hwan mulai jaim lagi
"Siapa yang memintamu membawa sepedaku?!", Eun Sung bersungut-sungut.
Ternya Seung Mi sedang menunggu Hwan di dekat restoran. Dia melihat dengan cemburu hwan dan Eun Sung berboncengan berdua dengan mesra.
Maager dan staff restoran heran Eun Sung dan Hwan datang bersamaan.
"Aku pikir kalian menyebarkannya berpisah. Dulu memang aku pernah meminta Hwan mengikuti Supervisor agar tau caranya", manager berkomentar
"Sepertinya kita jadi terbiasa melakukannya bersama-sama", kata Eun Sung malu.
Mereka berpikir ini menarik karena dulunya mereka selalu bermusuhan.
Seung Mi masuk dan langsung mengajak hwan pulang bersama.
"Kita jalan yuk. Kita nonton", Seung Mi sengaja berkata di depan Eun Sung.
Hwan sempat ragu, tapi Seung Mi membujuknya dan menggandeng tangan Hwan di depan Eun Sung.
Eun Sung tiba-tiba gugup, pikirannya kosong.
Hwan sempat mampir ke toko buku membeli beberapa buku tentang bisnis. Dia pun tidak berani mengajak Seung Mi ke restoran mahal. (bener lbh baik uangnya buat beli buku dari pada foya-foya).
Hwan pulangnya larut, dia menyapa nenek(yang masih jaim). Dia meminta nenek beristirahat dan mengkhawatirkan kesehatan nenek.
(beberapa hari yang lalu nenek akhirnya bercerita dulu dia sempat terbentur sampai lupa ingatan dan Eun Sung lah satu-satunya yang mendampinginya)
"Apa benar kepala nenek tidak apa-apa. Apa pernah general check up setelah kejadian itu?"
Hwan lalu naik ke kamarnya.
Pyo berkomentar bahwa kali ini Hwan berubah, dia lebih dewasa.
Lee Hyun Jin (mantan pacar Eun Sung) berterimakasih pada Jun se karena membawa ayah eun sung bekerja di proyeknya .
"Ternyata dia itu profesional", kata Hyun Jin
"Orang yang menolong orang akan mendapat balasan yang baik"
Go Pyung jung menelepon Jun Se, dia ingin bertemu. Di sana Go Pyung Jung ingin berpamitan pada Jun se bahwa dia akan meninggalkan Seoul.
Hwan dan Eun SUng mulai tugas luar lagi. Kali ini mereka memisahkan diri. Tapi rupanya mereka dapat ide yang sama untuk memasukkan proposal ke tempat yang sama. karena sama mereka ditolak.
Hwan ternyata mencari data dan menyelidiki tempat yang akan dia kunjungi lewat internet. Mereka juga mendapat ide tempat-tempat lainnya. Eun Sung tidak menyangka ternyata hwan lebih pandai darinya.
Sampai di restoran, Jun Se sudah menunggu Eun Sung, Dia menaikkan sepeda Eun Sung ke mobil. Hwan hanya melihat saja. Di taman Jun Se menerangkan pada Eun Sung bahwa keluarga Hwan masih bisa mendapat sebagian warisan jika nenek meninggal. Sebagai keluarga mereka bisa mengklaim ke pengadilan.
Eun Sung berjanji bertemu Seung Mi. Seung Mi meminta foto Eun Woo, dia mau menulis berita kehilangan tdi internet. Eun Sung bertanya apa benar Seung Mi begitu mencintai hwan.
"Kak Hwan itu bagai air, udara dan tanah tempat aku berpijak"
Hwan ke bar temannya. Dia heran melihat di depan bar ditulis "Piano Live".
"Kamu ini memanfaatkan anak sepupumu sendiri!"
Temannya membela diri bahwa anak itu lah yang ingin bermain.
Eun Woo belum makan dia meminta bantuan Hwan memasakkan mie untuk anak itu. Temannya sibuk dan menitipkan Eun Woo pada Hwan.
Go Pyung Jung menelepon Sung Hee dan berkata dia bersedia ke luar kota. Sung Hee berjanji untuk bertemu di stasiun, dengan tiket, uang dan alamat.
Go pyung Jung siap berangkat dia di halte bis menuju stasiun. Dia melihat sebuah bis lewat, dan penasaran memperhatikan seorang gadis dalam bis. Ketika gadis itu menoleh dia yakin bahwa gadis itu Eun Sung.
Go Pyung jung lari mengejar bis memanggil-manggil Eun Sung. Namun bisnya terus melaju.
Selengkapnya...
Jumat, 05 Februari 2010
Brilliant Legacy episode 16
Brilliant Legacy episode 16
Malam itu di taman, Park Jun Se ingin menyatakan cintanya pada Go Eun Sung.
"Seperti hari ini, kedepan nanti kita menjalani hari dengan masak bersama menciptakan masakan enak.Kita bisa menjalani hidup yang menyenangkan dan simpel seperti ini ", kata Jun Se memulai.
Eun Sung masih tak mengerti arah pembicaraan Oppa.
"Mulai saat ini aku tidak mau jadi kakakmu lagi. Aku ingin dianggap sebagai laki-laki (pacar maksudnya ya)", Jun Se menyatakan isi hatinya. "Tidak ada orang yang ingin dipanggil kakak oleh wanita yang disukainya bukan?"
Eun Sung terpana.
"Lakukanlah hal-hal yang kamu suka untuk dirimu.Nikmati hidupmu.Tidak usah pikirkan perusahaan hanya karena ingin mengalahkan ambisi orang lain. Tidak usah melakukan sesuatu yang kamu benci", katanya menambahkan.
"Tapi aku punya beberapa alasan, bukan karena benci saja dan ini juga sebagai rasa terimakasih saya pada Nenek", sanggah Eun Sung."Saya baru memutuskan dan baru memulainya"
"Aku banyak berhutang budi pada kakak. Maafkan aku karena buta terhadap perasaan kakak. Tapi aku tidak bisa senang-senang menikmati hidup (pacaran). Bagaimanapun saya harus masih memikirkan Eun Woo. untuk sampai saat ini aku tidak bisa menerimanya.Maaf..."
Air muka Jun Se mulai berubah menahan kecewa.
"Tapi sampai kamu menemukan Eun Woo, biarkan saya tetap di sisimu ya", pinta Jun Se (siapa tau ada kesempatan lagi ya). Eun Sung tersenyum.
Jung pulang dan menangis. Dia berkata melihat Eun Sung masuk ke apartemen Jun Se bersama Jun Se. Ibunya Oh Yong ran juga syok. Dia berbicara dengan nenek. Kali ini dia tidak bisa bersabar lagi terhadap Eun sung.
"Mengapa ibu tidak menyuruhnya pergi dari sini. Jung ini anak perempuanku", Oh Young Ran bersedih untuk Jung.
Nenek berbicara dengan pelayan Pyo di teras.
"Mengapa Jun Se harus menyukai Eun Sung. Saya mengenal Jun Se dari dia kecil", Nenek seperti menyesal.
Eun Sung dan Jun Se tidak tau menau bahwa keberadaan mereka di apartemen Jun Se diketahui dan disalahtafsirkan oleh banyak orang.
Eun Sung pulang ke rumah larut malam. Dia menyapa nenek yang sedang ada di teras dengan riang.
"Aku tadi pergi menemui teman", kata Eun Sung.
Nenek bersikap dingin pada Eun Sung. Eun Sung tak mengerti.
Sampai di lantai 2 dia bertemu Nyonya Oh. Dia mengomel dengan putus asa pada Eun Sung.
"Sebenernya apa hutang kita di kehidupan lalu padamu? Kamu telah merebut warisan dari kami dan sekarang kamu juga merebut Jun Se"
Eun Sung terperangah, dia belum tau apa yang terjadi sebenarnya.
Jung juga keluar dari kamarnya dan memaki-maki Eun Sung.
Hwan merasa terganggu dengan suara berisik itu. Dia ingin ibunya dan Jung berhenti ribut dengan Eun Sung.
"Apa kalian tidak punya harga diri!", kata hwan sambil menggiring adik dan ibunya masuk ke kamar Jung.
"Bukankah Jun Se tidak menyukaimu. Apa istimewanya Jun Se", Hwan memang sebal pada Jun Se.
"Kalo seorang laki-laki tidak menyukaimu abaikan saja, apa laki-laki di dunia ini cuma Jun Se?", Hwan menasehati adiknya. (nasehat yang baik untuk para cewe ni:h!, walau tetep aja sedih :( )
Jun Se tiba di apartemennya. Dia kaget ayahnya telah berada di tempatnya dan langsung marah-marah.
"Apa keluarga Jung tau hal ini?", Jun Se tiba-tiba ingat Eun Sung.
"Menurutmu aku tau kabar ini dari mana? kau telah mengacaukan rumah itu!"
Jun Se menelepon Eun Sung. Dia khawatir Eun Sung mendapat masalah. Dia minta maaf pada Eun Sung.
Dari lobby kamarnya Hwan memperhatikan Eun Sung. (udah mulai suka ya...)
Keesokan harinya saat sarapan pagi, Hwan menengok tempat duduk Eun Sung di sebelahnya kosong (mulai tuh kehilangan). Eun Sung datang tapi dia langsung pamit pergi tanpa sarapan. Eun Sung merasa tidak enak.
Manager meminta stahun sekali karyawan menuliskan pujian, saran ataupun kritik ke sesama karyawan lain, tanpa harus mencantumkan nama kita. Masing2 orang dibagi kartu sejumlah karyawan (10 lembar). Hwan bingung kata-kata apa yang harus ia tuliskan untuk Eun Sung.
Restoran mereka sedang menyiapkan acara untuk peringatan ke 30 tahun. Eun Sung dan Hwan diberi tugas luar. Mereka bertugas menempelkan leaflet promosi acara restoran mereka. Eun Sung tidak sabar pada Hwan karena terlihat tidak trampil menggunting dan menempel. Saat menempelkan poster badan Eun sung sangat dekat dengan Hwan. Hwan grogi, jantungnya sepertinya berdesir (ah ha! padahal Eun Sungnya sih cuek aja).
Hwan kesal karena Eun Sung terlalu ramah walaupun dengan lelaki yang baru ditemuinya.
"Kamu nih memang hebat ya!", sindir Hwan
"Aku belum pergi (berkencan) dengan Jun Se. Hubungan kita tidak seperti" itu" ", Eun Sung mencoba menjelaskan
"Belum?. lalu mengapa kau pergi ke apartemennya?", Hwan penasaran
"Ini khan abad ke 21 apakah harus ada hubungan khusus jika perempuan datang ke rumah laki-laki?"
Jun Se datang ke rumah Hwan membawa seikat bunga. Nyonya Oh sempat heran maksud kedatangan Jun Se untuk menengok Jung. Jung dengan semangat ingin bertemu Jun Se
"Kamu ini benar-benar polos. bukannya JunSe sudah bilang tidak menyukaimu", nyonya Oh khawatir akan putrinya.
"Dia bilang menyukai Eun Sung, tapi tidak bilang tidak menyukaiku", kata Jung optimis
Jun Se menengok Jung di kamarnya. Dia ingin meredakan suasana.
Jung merajuk. Jun Se menggoda dan membujuknya agar Jung tidak marah padanya juga tidak pada Eun Sung.
"Kamu itu sejak dulu adalah adikku, sampai kapanpun kau tetap adikku"
"Kalau tidak ada Eun sung?"
"Ada atau tidak ada Eun Sung kamu tetap adikku. Bukankah dari dulu kamu juga sering mengenalkan pacar-pacarmu kepadaku"
"Tapi aku hanya ingin pamer agar kakak cemburu"
"Bukan Jung, karena Jung percaya padaku, dan merasa aman memberitahukan apa saja. Dari kecil aku selalu menemanimu juga menggendongmu. Karena aku kakakmu. Tidak ada apa-apa antara aku dan Eun Sung. Eun Sung hanya menganggapku sebagai kakaknya, akulah yang menyukai Eun Sung"
"Mengapa kakak suka pada Eun Sung?"
"Karena cara berpikirnya dan hatinya..."
Saran dan krtik dari masing2 karyawan sudah dibagikan. Hwan membaca kartu2 untuknya. Dia berusaha menebak kira-kira siapa menulis apa. tapi dia tidak berhasil menebak mana tulisan Eun Sung. Dia penasaran dengan 1 kartu ucapan yang berbunyi
"Walau temperamenmu tidak baik, tapi aku percaya kamu bukanlah orang yang tidak baik".
"Apa mungkin Eunsung yang menulisnya?", Hwan bertanya-tanya
Jun Se mencegat Eun Sung sepulang kerja yang terlihat mulai menghidar.
"Aku sudah menemui Jung dan keluarganya. Aku jelaskan kita tidak ada hubungan apa-apa. Bahwa akulah yang menyukaimu dan mengejarmu... Bukankah memang begitu yang sebenarnya..."
"Bukan begitu kak", Eun Sung merasa tidak enak. "Jika situasi dan kondisiku tidak seperti sekarang, tentulah aku termasuk orang-orang yang mengejar kakak"
Eun Sung menelepon rumah nenek dan berkata dia akan tidur di rumah temannya
"Apa ibu yang menyuruhnya?", kata hwan berusaha menutupi kesepiannya.
"Tidak, dia berkata akan ke rumah temannya di Bu Am Dong"
Begitu mendengar nama Bu Am Dong, nenek langsung luluh. Itu alamat tempat tinggalnya dan Eun Sung di kamar yang sempit dulu. Nenek mengingat saat-saat yang hangat bersama Eun Sung.
Keesokan harinya Di tempat kerja hwan menyapanya
"Kamu perempuan yang berani tidur di luar rumah ya", sindir Hwan (bilang aja kangen...Hwan)
Hwan mengajaknya bergegas tugas luar. Hwan berpromosi sampai panti jompo. karena acara mereka memberikan makanan gratis bagi nenek yang berusia di atas 65 tahun. Eun Sung heran melihat Hwan bisa bercanda dan menggoda nenek-nenek.
"Aku memang pintar bergaul dengan orang tua"
"Tapi aku tidak pernah melihatmu begitu dengan nenek"
"Itu karena sejak kedatanganmu suasana hatiku selalu jelek"
Sorenya Eun Sung menelepon nenek, ingin berbicara di kantor. Tapi nenek menyuruh Eun Sung berbicara di rumah.
Eun Sung tidak enak pada nenek ingin pamit pergi dari rumah itu.
"Itu bukan salahmu karena Jun Se menyukaimu", kata nenek
"Tapi nenek khan jadi bersedih untuk cucu kandung nenek karena melihatku"
"Aku hanya aneh, dua cucuku terlibat cinta segitiga dengan seorang pria",
Nenek tidak mengijinkan Eun Sung pergi dari rumah.
Acara ulang tahun restoran berlangsung hari ini. mereka semua sibuk. karyawan dari pusat termasuk Seung Mi ikut membantu. Mereka juga mengorganisasi sukarelawan. Dan ternyata Hyeri dan Jun Se datang sebagai sukarelawan. Hwan dan Eun Sung kaget.
Semua begitu sibuk kedatangan banyak pelanggan dan tidak sempat istirahat. Hwan melihat Eun Sung kerepotan karena lelah. Dia bermaksud menolong. Tapi Jun Se sudah datang duluan menolongnya.
Jun Se meminta Eun Sung istirahat sebentar.
Eun Sung menurut dia pergi ke roof garden. Dia berbaring di bangku kecil dan akhirnya tertidur.
Hwan kebetulan juga akan mengaso sebentar di sana. Saat akan pergi dia melihat Eun Sung tidak nyaman tertidur di bangku kecil. Tergerak hati Hwan untuk memperhatikan Eun Sung. Dia mengambil bangku tambahan dan menaruhnya di kaki eunsung. Dia juga khawatir kalau Eun SUng kepanasan. Hwan menarik pot tanaman besar dan menaruh dekat kepala Eun Sung agar tidak kepanasan. Hwan lama memandangi Eun Sung yang tertidur
Saat itu Jun Se naik ke atas. Dia terkejut dan terpukul melihat dari Hwan melindungi Eun Sung dari panas matahari dan memandangi Eun Sung. Jun Se cemburu tak menyangka hwan diam-diam begitu memperhatikan Eun Sung.
Acara ini sukses. Mereka merayakan dengan makan bersama lalu berkaraoke bersama. Hwan dan Seung Mi risi melihat kedekatan Jun Se pada Eun Seung (Jun Se sekarang jadi lebay deh). Eun Sung didorong berkaraoke berdua dengan Jun Se. Jun Se memegang tangan Eun Sung. Hwan terbelalak hatinya panas. tak mau kalah dia juga lalu menarik Seung Mi menyanyi bersamanya. Seung Mi menggandeng tangan Hwan. Dan Eun Sung tak menyangka dia juga tidak nyaman melihatnya.
Hwan melihat Jun Se sendirian di luar. Dia sudah tak tahan akan sikap Jun Se.
"Mengapa kamu malah mengurusi restoran orang lain dan meninggalkan restoranmu sendiri?", Hwan memaki Jun Se "Kamu juga malah bersenang-senang di sini sedangkan adikku Jung menangis di rumah untukmu"
"Sejak kapan kamu Hwan begitu mempedulikan adikmu, bukankah kau tak pernah mempedulikan siapapun. Ada apa ini sebenarnya Hwan, mengapa kamu sewot. apa karena Eun Sung?", Jun Se membalasnya
Seung Mi tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka
"Ayo ungkapkan saja apa yang ada dalam hatimu. Apa karena Eun Sung?", Jun Se memanas-manasi Hwan.
Hwan memukul Jun Se
"Benar, ini karena Go Eun Sung"
Selengkapnya...
Kamis, 04 Februari 2010
naruto chapter 481

komik naruto terbaru chapter : 481 - Kematian Danzou.
rollas tahun kepungkur. rubah buntut songo nyerang deso konohagakure. Hokage papat wes ngorbanno uripe dewe kanggo nyegel iblis nang jerone wetenge Naruto pas de'e jek bayi sing jek tas lahir sak mari ne hokage papat gelot mbek iblis rubah buntot songo. kabeh wong mbek arek -arek gak seneng ambek Naruto soale Naruto iku dianggep iblis Rubah cilik. Hokage telu wes nglarang kuabeh wong Konohagakure nyebut serangane Iblis Rubah buntot songo termasuk anak-anake dewe. De'e gak pernah mekso wong dadi koncone. Akeh perubahane sak joke Naruto lulus teko Akademi Ninja. De'e nemokno nek de'e iku Rubah buntot songo pas guru Iruka Umino nyelametno de'e. Naruto wes nemokno konco 2 anyar yoiku Sasuke Uchiha dan Sakura Haruno. Sasuke dan Sakura karo-karone ninja pdo mbek de'e trus dadi tim wong telu bareng-bareng mbek Naurto di bawah guru sing berpengalaman jenengeKakashi Hatake. Teros, onok organisasi misterius jenenge Akatsuki molai nguber-nguber Naruto soale Rubah buntut songo kesegel nang jerone wetenge Naruto.
download komik naruto boso jowo.
> klik untuk men-download <
baca online komik naruto.
> klik untuk baca online <
terimakasih
Selengkapnya...
Brilliant Legacy episode 15
Brilliant Legacy episode 15
Hwan memilihkan gantungan HP untuk seung Mi. Saat dia merogoh tas Seung Mi dia menemukan selembar foto. Dia kaget melihat orang-orang di foto itu. Seungmi dan Eun Sung berfoto seperti layaknya keluarga dengan orang tua dan adik mereka.
Seung Mi datang, dia curiga melihat wajah Hwan yang tiba-tiba masam. Hwan menunjukkan foto itu. Seung Mi tercekat hampir tak bisa bicara. Namun Seung mi orang yang sukar berbohong. Dia menceritakan hampir semuanya kepada hwan. Bahwa Eun Sung itu saudara tirinya dan ayah tirinya itu telah meninggal dunia. Dan bahwa mereka bangkrut dan terpaksa keluar dari rumah.
"Apa benar ada kejadian seperti itu", tanya hwan
"Eun Sung juga tahu", kata Seung Mi
Dia hanya mengatakan Eun Sung pergi dahulu dari rumah , dan ibunya membekalinya uang, tapi lalu ia kehilangan uang. Tak lama kemudian Eun Woo juga hilang.
Dia juga tidak menceritakan kasus apartemennya yang baru yang sebenarnya.
"Ibu mencari Eun Sung, mengajak Eun Sung tinggal lagi bersama kita, tapi Eun Sung menolak". "Eun Sung juga menyarankan kita tidak usah terlihat saling mengenal satu sama lain" (padahal ini bukan usulan Eun Sung tapi disuruh Sung Hee)
"Mengapa hal sebesar ini tidak kau ceritakan padaku?" desak Hwan.
"Kakak tidak tau, perasaan tidak mau dikasihani dan dipandang lemah oleh orang yang kita cintai. Mungkin menurut saya lebih baik begini. Apalagi ibu malu, tidak mau diketahui orang bahwa dia telah menjanda 2 kali"
Eun Sung datang ke restoran Jun Se. Jun Se sedang bad mood karena masalah dengan ayahnya.
"Kalau kau tidak ingin diganggu, aku akan pergi", kata Eun Sung dengan hati-hati
"Tidak, duduklah di sini"
Eun Sung berusaha menghiburnya. Jun se ingin ditemani jalan-jalan. Mereka akhirnya bersepeda seru, kebut-kebutan di taman. Dan lalu minum jus bersama.
Hwan bertemu Eun Sung, dia mulai curiga kembali pada Eun sung. Menurut Hwan , Eun Sung mempunyai banyak muka, tidak bisa diketahui bagaimana dia yang sebenarnya. Dia merasa dibohongi Eun sung yang pura-pura tidak mengenal Seung Mi. Eun Sung tak mengerti mengapa Hwan kembali ketus kepadanya.
Eun Sung dan manager sedang membuat rencana untuk meningkatkan bisnis di cabang ke 2 dengan melakukan acara peringatan ke 30 tahun dibukanya cabang ke 2. Hwan cemberut karena dia tidak disertakan
dalam rapat mereka. Tapi Eun Sung berkata bahwa mereka pun mengakomodasi saran Hwan untuk membuat porsi anak dan tempat bermain anak. Manager berencana mengratiskan makanan saat acara itu.
"Bukannya kit bermaksud meningkatkan pemasukan? mengapa malah digratiskan?", hwan heran
"Ini cara meningkatkan bisnis", kata manager menjelaskan
Hwan datang ke bar temannya, di sana dia kembali melihat anak asuhan sahabatnya (tak lain adalah Eun Woo). Eun Woo terlihat berperilaku aneh di depan piano.Temanya bilang dia anak autis yang genius bermain piano. Hwan merasa heran memang banyaknya orang autis yang genius main piano. Hwan mencoba mengajak Eun Woo berbicara dan memintanya main piano. Eun Woo marah.
Temannya berkata, "jangan mengganggunya jika dia sedang di depan piano".
Dari cara marah anak itu Hwan merasa teringat akan seseorang.
Hwan bertanya kepada temannya pendapatnya tentang Seung Mi. Menurut temannya Seung Mi itu orang yang begitu polos dan jujur. "Seung Mi memiliki hati jaman dahulu tetapi penampilan masa kini"
Hwan juga merasa Seung Mi bukan orang tipe pembohong. Tapi dia juga melihat Eun Sung juga tidak berbohong. Dia bingung siapa yang bisa dia percaya.
Hwan satu bis dengan Eun Sung yang terisi penuh. Dia masih sebal pada Eun Sung. Tapi dia tetap tidak tega ketika melihat Eun Sung terhimpit di antara para pria di bis. Hwan menarik Eun Sung ke dekatnya, menghalangi dan melindunginya dari himpitan orang. Ketika mereka turun, Eun Sung ingin mengucapkan terimakasih, tapi Hwan pergi berlalu begitu saja. Eun SUng heran, apalagi sebenernya mau hwan yang akhir-akhir ini ketus padanya.
Oh Young Ran bermaksud menjodohkan putrinya Jung dengan Jun Se. Dia membicarakan hal ini dengan Pengacara park ayah jun se. Setahu ayahnya, Jun Se belum mempunyai pacar. Nyonya Oh sangat lega
Oh Young ran juga menemui nenek. Nenek emang menyukai pribadi Jun Se (emang baik sih). Nenek berkata dia akan mati dengan tenang jika cucunya bersama pria seperti Jun Se.
Nyonya Oh begitu semangat, dia berencana bertemu Jun Se. Apalagi Jung, dia saking semangatnya siap menggantikan apapun tugas rumah tangga ibunya di rumah, selama ibunya keluar menemui Jun Se. Oh Young Ran menemui Jun Se, dia berkata akan mengembalikan uang Jun Se yang dipakai untuk menebus Hwan dikantor polisi dulu. Dia mengajak Jun Se ke tempat lain. Nyonya Oh meminta Jun Se mau "mengambil" Jung.
Jun Se awalnya tidak mengerti. tapi akhirnya dia berkata dia hanya menganggap Jung sebagai adiknya saja.
"Ada seseorang yang saya sukai"
Ibu nya Oh Young ran berkata pada Jung, bahwa Jun Se berkata dia sudah menyukai seseorang. Mereka dan pengacara Park juga bingung. Jung kesal dia ingin menanyakan langsung kepada Oppa Jun Se.
Pulang kerja. Jun Se menjemput Eun Sung di depan restoran. Eun Sung masuk ke dalam mobil. Jun Se berkata dia akan mengajak Eun Sung ke tempat spesial. Hwan melihatnya dari kejauhan (ayo cemburu ga?).
Ternyata Jun Se mengajak Eun Sung ke rumahnya untuk memasak bersama. Dia tahu Eun Sung pernah memasak kreasi spesial nasi campur (bimbibap) dengan steak untuk keluarga Hwan. Jun Se ingin mencoba dan melihat Eun Sung membuatnya (sambil pendekatan kali...).
Jung diam-diam mengikuti Jun Se ke apartemennya. Dia begitu terpukul melihat Eun Sung bersama Jun Se dan bersama masuk ke apartemen Jun Se
Eun Sung berkata bahwa dia pertama kali menciptakan masakan itu di amerika. Dia mencoba membuat masakan dengan bahan-bahan korea. Teman-temannya sangat menyukai masakannya dan berkata masakan korea terenak di dunia. Eun Sung ingin masakan korea bisa go internasional.
Mereka makan masakan mereka berdua, Jun Se memuji masakan Eun Sung.
Setelah makan, mereka berjalan-jalan berdua sambil minum soft drink di taman. Pada kesempatan itu Jun Se bermaksud menyatakan perasaannya pada Eun Sung
Selengkapnya...
Brilliant Legacy episode 14
Brilliant Legacy episode 14
Hwan berkata bahwa dia akan berusaha mendapatkan hak warisan dari neneknya.
Dia akan mengambil warisan itu dari eunsung
"Bukan aku yang mengambil warisan itu. tapi neneklah yang memberikannya padaku karena mempercayaiku"
Hwan akan membuktikan kepada neneknya bahwa di alayak mendapatkan itu dan menunjukkan bahwa dia bisa mengelola perusahaan (gitu dong!).
Eun Sung berkata bukan dia yang awalnya ingin warisan itu.
"Tapi aku sekarang punya alasan untuk menginginkan warisan itu"
Mereka akan bersaing dengan adil mulai sekarang.
Woo Hwan ternyata bekerja di outlet cabang ke 2. Dia dikirim untuk bekerja di sini. Eun Sung kaget. Manager mengancamnya untuk bekerja baik di sini kali ini. Jika dia tidak bisa melayani dan menyalami pelanggan dengan baik, dia akan langsung dikeluarkan dari sini.
Dia juga diberitahu bahwa Eun Sung sekarang sudah naik jabatan menjadi supervisor dan agar memanggil Eun Sung dengan hormat.
Oh Young Ran dan Jung setelah ribut dengan nenek Jang , tinggal di rumah Baek Sung Hee. Sung Hee berusaha membereskan kamar-kamar dari "jejak-jejak" Eun Sung.Dia memasukkan foto2 Eunsung ke sebuah tas.
Oh Young Ran memuji Sung Hee yang pandai memasak, rapi dan pandai mengerjakan urusan rumah tangga.
Saat akan tidur dia sempat melihat-liat kamar, membuka laci dan lemari (iseng geratak nih) dan heran karena tidak melihat baju pria di sana. Walau suami pergi ke luar negeri lama logikanya tetap ada baju pria di sana. Sempat terpikir apakah sahabatnya itu bercerai.
Sempat terpikir juga apa mereka akan meyiapkan tempat untuk Hwan. Sung Hee sudah menyiapkan kamar untuk Hwan. ternyata hwan masih bertekad menuruti nenek dan tinggal bersama nenek.
Pagi-pagi Hwan berjalan-jalan di luar dan berlatih mengucapkan salam pada orang yang ia temui. Lucunya Hwan juga dikamarnya dan di depan kaca berlatih tersenyum, menghormat dan menyapa pelanggan.
Hwan mempraktekkan latihannya di restoran, dan itu membuat eun sung, manager dan rekan kerjanya terpana melihatnya.
Nenek berbicara pada Eun SUng agar jangan kaget bahwa dirinya membiarkan Hwan bekerja di cabang ke 2. karena itu juga atas permintaan Hwan. Dia sebagai nenek tak tega menolak permintaan cucunya (apalagi karena sekarang tujuannya benar).
"Kau nanti akan tau perasaanku ini jika kau telah memiliki seorang anak"
Hwan berangkat kerja. kali ini ini ada yang berbeda dari penampilannya Hwan. Biasanya dia selalu bepergian dengan penampilan rapi dengan jas atau vest, kali ini dia pergi dengan kemeja dan sepatu kets. Di halte bis Eun Sung melihatnya dengan heran.
Baek Sung Hee mulai risi karena ada Oh Young Ran dan Jung di rumahnya. Dia berkata pada Seung Mi ingin mengantar mereka pulang. Mereka diantar pulang sampai ke rumah dan berbicara dengan hwan.
Namun nenek begitu marah melihat mereka berdua masuk ke rumahnya. Nenek bermaksud mengusirnya lagi.
"Bukankan kau yang mengatakan bahwa karena aku tidak memberikan uangku padamu, maka kita tidak punya ikatan (keluarga)?. Apa kau tak tau bagaimana perasaanku sehingga aku terpaksa memutuskan hal ini?"
Hwan berusaha membujuk neneknya agar mau menerima ibu dan adiknya di rumah ini lagi.
"Coba nenek bayangkan berada dalam posisi mereka. (kalimat yang sama dengan yang pernah dikatakan Eunsung pada Hwan). Mereka seperti melihat petir di siang bolong".
Akhirnya nenek luluh. Jung berkata bahwa dia tetap akan bekerja di restoran Pak Jun Se.
Eun Sung bertemu Sung Hee di depan rumah nenek. Sung Hee mengajak Eun Sung berbicara empat mat a. Eun Sung sudah muak dengan ibu tirinya karena dia berani membuang EUn Woo, mengusirnya, padahal dia sudah membeli apartemen sejak 3 tahun lalu
"Apakah kau sekarang tidak senang karena Hwan tidak akan mendapat warisan?", sindir Eun Sung
Sung Hee berkilah dan kembali berkata bahwa Seung Mi sangat mencintai Hwan"Kalau begitu nikahkanlah mereka. Dan aku akan berupaya untuk mendapatkan warisan itu untukku sendiri"
Jung kembali bekerja di restoran Jun Se setelah absen beberapa hari. Jun Se bertanya kepada Hye Ri tentang hubungan Eun Sung dengan ibu tirinya. Hye Ri tidak bisa menerangkan banyak tentang hal itu.
Jung melihat Hye Ri ngobrol dekat dengan Jun Se. Dia kesal dan menegur Hyeri.
Di kantor Eun Sung juga melatih Hwan memanggilnya "atasan".Hwan salah melafalkan katanya. Eun Sung meresa geli mendengarnya, dia tertawa terbahak-bahak.
Lalu mereka berbicara. Eun SUng merasa tidak enak karena masalah warisan ini, Dia dan hwan jadi terlihat tegang satu sama lain. Hwan bilang Eun Sung lah yang tidak enak kepadanya karena masalah Eun Woo.
Dia ingin Hwan meluapakan masalah rumah di kantor dan tidak menjaga jarak.
Hwan menerima gaji bulanannya dia memberikan cicilan utangnya pada Eun Sung (pinter ..ga ditagih juga udah sadar sendiri).
Sahabat Hwan mengerti ke butuhan EUn Woo dengan baik-baik. Dia membelikan barang-barang yang dibutuhkan dan diinginkan Eun Woo seperti permainan cubic dan puzzle. Tapi dia juga ingin Eun Woo main piano di club untuknya.
Teman Eun Sung, (juga sahabat Seung Mi) berbicara pada seung Mi. Dia berkata bahwa Eun Sung merebut harta warisan pacar Eun Sung
"Dia bukan merebut tapi nenek yang memberikanya", bela Seung Mi
"Tapi dia khan bisa menolaknya", segah temannya
"Hal itu memang sulit untuk keluarga hwan", kata Seung Mi.
Mereka berdua berpikir melihat sifat EUn Sung yang tidak serakah, mereka heran apa yang sebenernya dipikirkan Eun Sung.
Ada adegan lucu dimana Hwan tiba-tiba teringat saat Eun Sung tertawa terbahak-bahak saat menertawakannya. Hwan tersenyum mengingatnya. Tapi dia tiba-tiba sadar dan heran mengapa dia terbayang wajah eunsung dan gengsi pada dirinya sndiri. Eun SUng mengetuk pintu. Dia mengembalikan sebagian uang Hwan.
"Ini aku ambil 200rb saja. Kamu khan perlu ongkos transportasi."
"Eun Sung, apa kamu menganggap aku musuhmu?. Karena aku penyebab kau bertemu ayahmu terakhir kalinya dan Eun Woo"
"Tadinya aku hanya membencimu saja. tapi mengingat hal itu emang seharusnya ya , aku menganggapmu musuhku", ujar Eun SUng ringan sambil meleos pergi
Hwan sangat terganggu dengan hal ini.
Ayah Eun Sung membalas email Eun sung. Dia berkata dia hanya ingin bertemu dan mendengar suara Eunsung saja. Dia ingin meminta alamat atau no telepon Eun sung. tentu e-mail ini tidak sampai kepada Eun Sung, karena itu email buatan Seung mi. SEung Mi membaca e-mail itu dengan pikiran bingung.
Hwan pergi berdua dengan Seung Mi. Saat menunggu Seung Mi dia ingin membelikan gantungan HP. Dia membuka tas Seung Mi dan kaget melihat foto berisi anggota keluarga Seung Mi.
Selengkapnya...
Brilliant Legacy episode 13
Brilliant Legacy episode 13
Nenek jang berkata pada pengacara Park dan Anggota keluarganya bahwa dia mengubah surat wasiatnya yang lama dan akan membuat surat wasiat yang baru dengan pengacara yang baru. Dan bahwa perusahaan itu akan diserahkan kepada Go Eun Sung. Dengan syarat Eun Sung harus berhasil menaikkan 20% penjualan di outlet ke 2 mereka. Keluarga mereka protes.
Mereka kira nenek hanya menggertak. Mereka tidak percaya dengan usaha yang mereka lakukan 1 bulan belakangan ini dengan bekerja keras nenek tetap memberikannya kepada Eun Sung. Pengacara Park juga tidak senang, dia sebagai pengacara nenek selama ini merasa dilangkahi. Nenek merasa perusahaan itu miliknya dan bisa berbuat semau dia.
Hwan keluar rumah dan bertemu dengan Eun Sung. Dia marah dan menyindir Eun Sung. Eun Sung balik menyerang Hwan yang bilan gitu bukan keinginannya tapi karena nenek yang tidak percaya pada Hwan.
Pengacara Park berusaha mengubah keputusan Nenek. Dia tak percaya usahanya selama ini bersama perusahaan akan dibalas dengan cara seperti ini. Nenek malah memberikannya pada anak yang tidak dikenalnya. nenek balik berkata bahwa Park terlalu serakah dan tidak punya idealisme yang sama terhadap bisnis makanan ini. Nenek merasa idealismenya cocok dengan Eun Sung.
Nenek tadinya akan menjadikan Eun Sung manager di restoran cabang ke 2. Namun Eun Sung merasa belum sanggup dan terlalu muda untuk jadi manager. Nenek memberi ide agar restoran ditangani oleh managernya di outlet pusat.
Eun Sung bertemu dengan Seung Mi sepulang kerja. Mereka berdua sangatt kaku. Eun Sung sudah mengetahui data dari internet bahwa apartmen itu telah dibeli sejak tahun 2007. Eun Sung jadi sebal karena tahu Seung Mi berbohong. Dia juga sebal akan ibu Seung Mi, Sung Hee.
Eun Seung hanya berkata, "Katakan pada ibumu, aku tidak akan merusak pernikahan kau dengan Hwan"
Eun Sung mendatangi temannya Hyeri di resturan Park Jun Se. Dia menceritakan kepada Hyeri akan dipindah ke restoran cabang. Hyeri senang, Jun Se juga mendengarnya. Jun Se menanyakan alasan Eun Sung. Menurut Eun Sung dia sefaham dengan nenek dan dia perlu warisan itu untuk menghentikan keserakahan seseorang. Eun Sung senang berterimakasih karena Oppa mau mendukungnya.
Pengacara Park, makan dan minum soju sampai mabuk di siang hari. Dia menelepon anaknya Jun Se dan ingin bertemu. Dia berkata kesal bahwa perusahaan yang iya bina selama 20 tahun akan jatuh ke gadis muda bernama Eun Sung. Dia minta Jun Se segera masuk ke perusahaan Jin Sung untuk mendukungnya. Jun Se bingung.
Sun Woo jung dan ibunya Oh Young Ran mendapat ide untuk menekan nenek. Mereka akan menekan nenek untuk kabur dan memutuskan ikatan keluarga jika nenek tetap bersikukuh mewariskan harta dan perusahaannya kepada Eun Sung.
Hwan kecewa dia mengambil kunci mobil di kamar nenek dan pergi memacu mobilnya kencang-kencang. Kemudian dia pergi minum ke bar milik sahabatnya. Ada Eun Woo di sana. Seung Mi tau Hwan ada disana. Dia datang menghampiri hwan. Sayang Eun Woo sudah dibawa masuk sehingga Seung Mi tidak sempat melihatnya. Seung Mi menyetiri Hwan pulang. Mereka sebelum pulang sempat keluar dari mobil karena mual kebayakan minum, Hwan tidak mau terlihat lemah di mata Seung Mi.
"Apa aku tidak berarti apa-apa tanpa uang nenek?", tanya Hwan putus asa
"Siapa yang berkata seperti itu apa Eun Sung. Bagiku Kak Hwan tetap istimewa." kata Seung Mi memeluk hwan. (Seung Mi emang tulus sama Hwan, beda banget sama ibunya yang serakah)
Jung dan ibunya mengetahui hwan tidak di kamarnnya. Sehingga menganggap Hwan kabur dari rumah juga. Mereka akhirnya pergi dan menitip pesan pada pelayan Pyo, bahwa mereka tidak akan kembali jika nenek tidak mengubah surat wasiatnya. Mereka sempat pergi ke hotel tapi akhirnya ke apartemen Sung Hee, karena ternyata sulit menjual asset mereka.
Hwan membayangkan saat hari-hari bahagia di mana mereka ber empat baru pindah menempati rumah yang mereka tempati sekarang. Secara tak sengaja Hwan menguping pembicaraan Nenek dengan pelayan Pyo di teras. Nenek berkata dia kecewa dan menyerah kepada kelakuan Hwan sejak dia berani melemparkan segepok uang kepada manager restoran. Hwan menangis membayangkan kelakuannya itu semua.
Park Jun Se juga mengalami dilema. Ayahnya tidak menyukai Eun Sung dan minta dia bekerja di Jin Sung company untuk mengatasi Eun Sung. Di lain pihak dia mencintai Eun Sung dan ingin selalu mendukungnya. Dia melepaskan kekalutan hatinya dengan berlatih di sasana boxing.
Keesokan harinya Hwan terus merenung, Hwan memutuskan untuk menemui nenek. Hwan ingin nenek memberikan kesempatan kepadanya untuk menunjukkan kemampuannya juga. Hwan ingin ditempatkan di restoran cabang ke 2 juga. Nenek yang sebenarnya sayang terhadap cucunya tak bisa menolak.
Hwan menemui Eun Sung. Dia berkata dia tak akan mudah menyerah begitu saja mengetahui hak dia diambil oleh Eun Sung.
Selengkapnya...
Rabu, 03 Februari 2010
seleksi cepat menggunakan Quick selection tool
hay-hay.. semua tutorial tips n trik photoshop kali ini adalah teknik seleksi dengan cepat menggunakan Quick selection tool
teknik ini aku berinama jurus tongkat ajaib. soalnya bentuk ikonnya kayak tongkatnya harry potter.he....he...
teknik ini hanya dapat di gunakan di Photoshop Cs3 ke atas....
sebetulnya aku lebih suka menggunakan teknik pada tutorial sebelumnya karena lebih bagus hasilnya gak papa-lah untuk sekedar tahu aja.
jurus ini sangat baik digunakan untuk menyeleksi objek-objek yang solid atau benda-benda. okey "gak kakean cocot" kita mulai saja tutorialnya.
jangan lupa sediakan kopi + rokok (bagi yg suka ce... gak maksa k...)
1.Yang pasti buka program PS-nya (photoshop)
2.buka gambar yang mau diseleksi. disini q bri contah gambar cangkir unik ini.
3.klik Quick Selection tool (w).
4.langsung aj drak gambar yang mau diseleksi. contah nya d bawah ini.
lanjutkan sampai semua gambar terseleksi.
jangan takut klo seleksi-an nya keluar dari jalur.untuk meng hilangkan seleksi yang keluar jalur tekan Alt + drak dijalur yang keluar.

5.klik select kemudian pilih Refine edge (Atl+Ctrl+R).
6.masukkan nilai radius,Contras, smooth, feather, contrack/expand sesuai keinginan kemudian klik ok.
hasilnya seperti berikut :
7.tekan Ctrl + J, untuk mengkopi layer yang terseleksi.
8.masukkan gambar background kemudian pindah layer backgroud dibawah layer kopian tadi.
9 selesai dech..... hasilnya dibawah ini.
semoga bermanfaat......
Selengkapnya...