
Eun-sung (Moon Chae-won) menatap Pyung-joong (Jun In-taek) dengan bingung, namun ia mulai mengerti apa yang terjadi ketika Sung-hee (Kim Mi-sook) muncul dibelakangnya dan mengatakan bahwa Eun-sung (Han Hyo-joo) telah kembali ke Amerika dengan membawa Eun-woo (Yun Joon-suk).
Tidak ingin putrinya mendengar lebih banyak lagi, Sung-hee langsung menarik Pyung-joong keluar. Meski Pyung-joong ngotot kalau dirinya benar-benar melihat Eun-sung, Sung-hee mampu membalikkan kecurigaan dengan balik memfitnah Eun-sung. Ia tidak sadar bahwa Seung-mi mendengar semua pembicaraan tersebut.
Sejak melihat Eun-sung dalam 'bentuk' yang lain, Woo-hwan (Lee Seung-gi) semakin sering menatap gadis itu (yang sudah tentu membuat Eun-sung kesal). Saat bekerja di restoran, Woo-hwan kembali berulah dengan mencipratkan kuah ke baju salah seorang pelanggan. Bukannya minta maaf, dengan sombong Woo-hwan menyebut bakal mengganti biaya cuci. Saat nyaris terjadi keributan, Eun-sung langsung mewakili Woo-hwan untuk minta maaf.
Saat bicara empat mata, Eun-sung sangat terkejut saat Woo-hwan mengatakan kalau dirinya belum pernah minta maaf kepada siapapun sebelumnya. Dasar keras kepala, Woo-hwan tidak mau menurut sehingga pertengkaran dengan Eun-sung tidak bisa dihindari lagi. Keduanya saling berteriak satu sama lain, namun ada satu ucapan Eun-sung yang benar-benar mengena : tanpa uang, Woo-hwan sama seperti parasit yang hidupnya menumpang pada orang lain.
Saking marahnya, Woo-hwan nyaris saja menampar Eun-sung. Melihat sikap Woo-hwan, Eun-sung semakin marah dan sambil berteriak mengatakan bakal langsung menerima bila Nenek Jang memutuskan untuk mewariskan seluruh harta kekayaan pada dirinya. Begitu kembali bekerja, Eun-sung mengira dirinya bakal ditegur oleh Manajer Lee Joon-young (Baek Seung-hyun). Namun sang manajer ternyata membawa berita lain : Eun-sung bakal dipindahtugaskan ke pabrik.
Di rumah, Young-ran gembira karena membayangkan kalau dirinya bakal bersantai seharian dirumah. Dugaannya salah besar, tiba-tiba Kepala Pelayan Pyo mengetuk pintu kamar sambil meminta sang majikan untuk menyiapkan makan pagi. Tidak cuma itu, Young-ran langsung terduduk lemas saat tahu dirinya juga harus mengepel lantai, mencuci pakaian dengan tangan, hingga membersihkan karpet.
Nasib Woo-jung di restoran Jun-se masih lebih baik, ia melayani tamu dengan gembira. Tentu saja, semua itu disebabkan karena dirinya bisa berdekatan dengan Jun-se yang diam-diam ditaksirnya. Melihat sikap Woo-jung yang berusaha mencari perhatian, Hye-ri langsung muak.
Begitu sampai dirumah, Eun-sung ternyata berniat mentraktir seluruh anggota keluarga Nenek Jang. Aksi tersebut membuat Woo-jung langsung cemberut, ia sempat meremehkan masakan buatan Eun-sung sebelum kemudian bungkam setelah mencoba rasanya. Sebagai bentuk syukur, Eun-sung membungkukkan badan sambil mengucapkan terima kasih. Dasar Woo-jung, ia mengira hal itu berarti Eun-sung bakal keluar dari rumah, sehingga keruan saja ia langsung ditegur Nenek Jang.
Begitu kembali ke apartemen, Seung-mi langsung mengacuhkan Sung-hee dan tanpa basa-basi meminta sang ibu untuk memberitahu alamat email Pyung-joong. Bisa dibayangkan, bagaimana kagetnya Pyung-joong saat membaca email dari Eun-sung, yang isinya menyampaikan kebencian gadis itu pada sang ayah dan ibu tiri. Dari kejadian itu Seung-mi sadar, sudah terlambat baginya untuk bertobat.
Berbeda dengan Eun-sung yang begitu gembira di hari pertamanya bekerja di pabrik, Woo-hwan seperti anak ayam kehilangan induk saat bekerja di restoran. Kerap melamun, ia mulai merasa kehilangan sosok Eun-sung. Kembali berulah saat diminta untuk membereskan sepatu pelanggan, Woo-hwan langsung diusir oleh Manajer Lee.
Bisa dibayangkan, bagaimana kagetnya Eun-sung saat melihat Woo-hwan muncul di pabrik. Matanya langsung melotot saat tahu kalau pemuda itu (lagi-lagi) bakal bekerja di tempat yang sama dengannya. Bedanya, kali ini Woo-hwan tidak berani bertingkah karena manajer pabrik ternyata adalah salah satu sahabat mendiang ayahnya. Bahkan, Woo-hwan cuma bisa terdiam ketika pengawas pabrik, yang ternyata adalah wanita yang pernah dikasarinya, membentak pemuda itu.
Berbekal foto Eun-woo, anak buah Kepala Pelayan Pyo Sung-chul (Lee Seung-hyung) akhirnya menemukan adik Eun-sung tersebut. Ditemani oleh Jun-se, Eun-sung yang gembira langsung menjemput Eun-woo. Sayang kegembiraan tersebut hanya sementara, Eun-woo ternyata telah menghilang lagi.
Saat mengobrol dengan sepasang suami-istri yang merawat sang adik, Eun-sung sangat terkejut saat diberitahu bahwa saat ditemukan, Eun-woo membawa susu coklat pemberian ibunya. Mulai bisa menebak apa yang terjadi, Eun-sung langsung bergegas ke sebuah tempat : apartemen Sung-hee.
Selengkapnya...
Jumat, 02 Januari 2009
Brilliant Legacy Sinopsis Episode 11
Kamis, 01 Januari 2009
Brilliant Legacy sinopsis episode 10
Dalam rangka peringatan meninggalnya ibu kandung dari Eun Sung, Go Jung Pyong , ayah Eun Sung juga berziarah ke makam istrinya. Di makam dia melihat rangkaian bunga segar dan champagne di pusara istrinya. Go Jung Pyong yakin hanya Eun Sung yang menaruh benda kesayangan ibunya itu. Dia mencari Eun Sung, tapi Eun Sung sudah tidak ada. Dia ingat tadi sempat melihat seorang gadis dan seorang pemuda. Dia rasa orang itu adalah Eun Sung, kemudian dia lari ke tempat parkir. Eun Sung dan Woo Hwan siap pergi dengan mobilnya. Saat mobil berjalan, ayahnya memanggil-manggil dari kejauhan tapi tak terdengar. Hwan sempat melihat seorang laki-laki berlari dari spion mobilnya. Saat Eun Sung ingin melihat mobilnya telah berbelok dan ayahnya sudah tidak terlihat.
Hwan merasa lapar dan dia ingin segera makan. Mereka berhenti di tempat makan terdekat. Ada restoran soup daging dan seafood. Eun Sung ingin makan soup daging, tapi Hwan sudah muak dengan soup daging. Eun Sung ingin makan terpisah dari Hwan tapi Hwan berkata bahwa seafood itu sudah 1 set untuk dua orang. Eun Sung akhirnya ikut ke restoran seafood bersama Hwan. Saat sea foodnya sudah matang, eun sung hanya terus makan nasi saja. Hwan heran dan menyuruhnya makan.
"Aku alergi sama seafood", ujar Eun Sung.
"Mengapa kau tadi mau ku ajak ke sini?"
"Karena sayang, seafood semahal 25000 won (Rp. 200rb) jika hanya dimakan oleh satu orang", kata Eun Sung
Woo Hwan sebenarnya merasa tidak enak , dia menegur Eun Sung karena tidak mau berterus terang. Hwan merasa terganggu dengan sifat Eun Sung itu. Tapi Eun Sung membela diri dan membalikkannya untuk Hwan. Mereka bertengkar dan Eun sung pun tak jadi menghabiskan makanannya. ( dua orang ini sempet akur bentar, ribut lagi...)
Mereka pulang ke rumah dan masuk rumah tidak bersamaan. neneknya tau pasti ada yang tidak beres. "Laki-laki seharusnya bisa menjadi orang yang lebih fleksibel", nenek prihatin pada Hwan.
Hwan mengembalikan sisa uang ongkosnya pada nenek.
"Ini Nek, aku tidak akan mengambil kembaliannya", jawab Hwan percaya diri. (Hwan udah mulai berubah sekarang)
Nenek lihat kaki Eun Sung yang terpincang-pincang, dia menyuruh Eun Sung ke kamarnya. Pyo memijat dan merawat kakinya.
Nenek berkata Eun Sung tidak usah masuk kerja, tapi Eun sung berkata masih banyak yang bisa dikerjakannya tanpa berjalan kesana kemari.
"AKu bisa menyapa tamu, menjaga counter. Dan Juga mentraining cucu Anda"
nenek tersenyum.
Pagi hari nenek melihat bahwa Eun sung nekad tetap mengantar susu. Jun Se menunggu Eun Sung di pinggir jalan. Dia mengendarai sepeda Eun Sung dan membonceng Eun Sung. (asyik banget...mau...) Eun Sung memasukkan susu ke rumah-rumah (dan tak lupa selebaran adiknya).
Jung, ingin mencari pekerjaan lain. Akhirnya Jun Se mau menerima Jung di restorannya. Dia memperkenalkan Jung pada staf restoran lainnya.
Saat jam istirahat siang, Hwan mulai berubah. Dia mau makan bersama Eun sung dan karyawam lain di restoran.
Nenek melihat baju yang dulu pernah dibelikan Eun Sung kepadanya. Dia terharu, sepulang kantor nenek menjemput Eun Sung dan membawanya ke butik. Eun Sung sempat tak percaya baju itu dipilihkan untuknya.
Nenek juga membawa eun sung ke salon (buat make over ceritanya)
Baek Sung Hee jadi membuka toko meubel. Keluarga Hwan diundang dalam pembukaan tokonya. Hwan akan pergi bersama Seung Mi sepulang kerja, dia minta uang untuk membawa hadiah.
"Nenek bilang jika ke suatu acara aku perlu membawa hadiah", kata Hwan
"Berapa yang kau butuhkan?", tanya nenek. Hwan mempersilahkan nenek yang mengaturnya (good boy, hwan).
Nenek memberinya uang yang cukup untuk membeli buket bunga.
Ibunya Oh Yong Ran juga ingin diberi uang, tapi nenek meminta Pyo langsung memesankan rangkaian bunga besar atas nama Oh Yong Ran.
Seung Mi minta maaf karena terlambat janji dengan Hwan untuk datang ke tempat pembukaan toko ibunya. Seung Mi sudah bersiap untuk naik bus yang pertama kali bersama Hwan. Tapi Hwan merasa tidak enak dia minta seung Mi menyipakan uang untuk membeli buket, sehingga mereka bisa pergi naik taxi.
Eun Sung pergi, dia ada janji makan dengan teman-temannya dan Jun Se di restoran Kak Jun Se (Eun Sung pake baju baru dan dandanan baru dong). Pulangnya, ke-2 sahabatnya mendorong agar dia mau pulang diantar Jun Se.
Oh Young Ran, menghadap nenek. Dia protes nenek terlalu baik kepada Eun Sung
"Eun Sung juga keluargaku." Oh Yong ran minta kebijaksanaa nenek, bahwa dia sudah tidak semuda Hwan dan Jung, dia tidak mampu bekerja dan begiru stress bekerja di pabrik kimchi. Young ran berniat berbisnis dengan menjual tanahnya. Tapi nenek mengancamnya jika maunya begitu Young ran silakan pergi dari rumah.
Nenek akhinya memberikan pilihan mau bekerja di pabrik atau mau mengerjakan pekerjaan rumah tannga karena Pyo akan pergi . Oh Young ran memilih dia akan mencoba melakukan pekerjaan rumah tangga.
Jung pulang ke rumah, dia melihat kantung belanja berisi baju untuk gadis. Dia segera menyangka baju itu untuknya dan mencobanya dengan riang. Ibu dan neneknya datang. Oh Yong ran minta anaknya membuka baju itu karena baju itu untuk Eun Sung.
Jung kesal.
"Kamu sudah punya baju satu lemari", kata nenek
"Tapi aku belum pernah diberi baju oleh nenek"
"Khan ada ibumu yang membelikan"
Jun Se mengantar Eun Sung sampai ke depan rumah. Eun Sung mengucapkan terimakasih,kemudian masuk ke halaman rumah. Hwan pun baru akan tiba di rumah. Dia melihat Jun Se dengan seorang gadis berpenampilan "lain".
Hwan berpikir itu adiknya yang demi Jun Se sampai mengubah penampilan. Hwan memanggil adiknya. Tapi dia terpana orang itu adalah Eun Sung
"Mengapa kau melihatku seperti itu",Eun Sung menegurnya
"Berpakaian pendek pun tak ada gunanya", kata Hwan singkat(cie jaimmm)
Seung Mi berniat menjual apartmen. Dan bermaksud memberikan uangnya pada eun sung (karena emang hak eun sung). Dia ingin meminta maaf pada Eun sung dan ingin memulai dari awal. Dia yakin Eun Sung orang baik yang bisa mengerti dan memaafkannya. Seung Mi selalu tidak nyaman karena dikejar perasaan bersalah.
Ibunya tentu tidak menyetujuinya. Dia memandang Seung Mi itu bodoh. Sung Hee pusing harus berkata apa lagi pada anaknya. Dia meminta Seung Mi memikirkan kata-katanya, dia pergi ke kamar.
Seung Mi mendengar bel rumahnya berbunyi. Orang itu bertanya kediaman rumah Baek Sung Hee. Seung Mi kaget melihat sosok ayah tirinya muncul dihadapannya.
Selengkapnya...